
| Diabetes Melitus: | Pengaturan glukosa di dalam darah |
Pengaturan gula
Faktor risiko DM
Diagnosis DM
Komplikasi
DM gestasional
Asam Urat
|
Metabolisme Glukosa di Dalam Tubuh Tubuh manusia terdiri dari jutaan sel-sel, di mana masing-masing sel membutuhkan energi untuk kehidupannya. Energi tersebut berasal dari makanan, terutama zat karbohidrat. Yang termasuk karbohidrat antara lain glukosa (gula tebu), fruktosa (gula buah), maltosa, sukrosa, laktosa, dan tepung (starch). Karbohidrat diurai menjadi glukosa, sebagian menjadi galaktosa dan fruktosa. Ketika kita makan, zat makanan diserap dari saluran usus, masuk ke dalam saluran pembuluh darah, bersama darah beredar ke seluruh tubuh. Glukosa yang ada di dalam darah tidak dapat langsung masuk ke dalam sel. Ibaratnya kita akan masuk rumah, ada komponen-komponen yang terlibat untuk itu, yaitu pintu, kunci pintu dan anak kuncinya. Jadi, glukosa untuk dapat memasuki sel juga memerlukan anak kunci, kunci dan pintu. Glukosa memerlukan pintu khusus dan anak kunci khusus. Anak kunci tersebut adalah hormon insulin, yang diproduksi oleh sekelompok sel yang dinamakan sel beta yang terdapat di dalam pankreas. Pankreas terletak di belakang lambung dan usus duabelas jari. Kunci yang pas bagi anak kunci insulin disebut reseptor insulin yang terdapat di permukaan dinding sel. Saat insulin masuk ke reseptor insulin, terjadi proses kimiawi yang menyebabkan terbukanya saluran (pintu) bagi glukosa, sehingga glukosa dapat masuk ke dalam sel. Normalnya, jumlah anak kunci (insulin) dan lubang kuncinya (reseptor insulin) tersedia cukup. Produksi insulin dan sensitivitas reseptor insulin juga normal. Setelah kita makan, glukosa di dalam darah meningkat. Kenaikan glukosa ini terdeteksi oleh pankreas yang menanggapinya dengan memproduksi insulin dan melepaskannya ke aliran darah. Insulin memberi fasilitas masuknya glukosa ke dalam sel. Sebagian glukosa yang diserap dari usus akan disimpan di dalam hati (liver). Pada saat tubuh tidak mendapatkan makanan (puasa), hati akan melepaskan kembali cadangan glukosa yang tersimpan. Selain karbohidrat, bahan makanan yang lain seperti lemak dan protein juga dapat diproses menghasilkan energi. Lemak tersimpan di dalam jaringan lemah tubuh. Lemak dan protein dapat diubah menjadi karbohidrat oleh enzim di dalam hati. Insulin berperan mencegah pengeluaran glukosa maupun produksi glukosa oleh hati. Insulin dibutuhkan selalu tersedia dalam kadar rendah di dalam darah, untuk mempertahankan kadar glukosa normal di dalam darah. Bila kondisi ini tidak terjadi, hati akan melepaskan glukosa ke dalam peredaran darah sehingga kadar glukosa darah aan meningkat. Bagaimana glukosa darah meningkat? Diabetes melitus (DM) atau penyakit kencing manis atau penyakit gula, merupakan kumpulan gejala atau kelainan yang ditandai oleh adanya kenaikan kadar glukosa darah yang menahun (kronik). Pada DM tipe 1, terjadi radang pada sel kelenjar pankreas yang mungkin disebabkan oleh infeksi virus. Peradangan tersebut menimbulkan reaksi autoimun yag merusak sel beta kelenjar pankreas sehingga tidak dapat memproduksi insulin yang seharusnya mengendalikan kadar glukosa di dalam darah. Tipe ini dulunya disebut Diabetes Melitus Tergantung Insulin, frekuensinya kira-kira 10% dari seluruh kasus DM. Pada DM tipe 2, terdapat beberapa tahapan. Fase pertama . Pada kondisi normal, bila kadar hormon insulin normal, maka kadar glukosa darah juga normal. Pada fase ini, jaringan tubuh terutama sel otot dan sel lemak, menjadi kurang peka terhadap insulin, sehingga dibutuhkan lebih banyak insulin untuk memasukkan glukosa dari darah ke dalam sel. Sel hati juga memerlukan lebih banyak insulin untuk mengatur penyimpanan atau pengeluaran glukosa di hati. Keadaan ini disebut sebagai "resistensi insulin". Keadaan ini akan mengakibatkan pankres terpacu untuk memproduksi insulin lebih banyak untuk mengatasi kekurangpekaan sel terhadap insulin. Hasilnya, kadar isulin di dalam darah meningkat melebihi kadar normal, yang biasa disebut "hiperinsulinemia". Faktor genetik memiliki peran sebagai dasar terjadinya resistensi insulin, dengan dipicu oleh perubahan pola/gaya hidup, kelebihan berat badan dan peningkatan sel-sel lemak terutama yang tertimbun di daerah perut, pengurangan aktivitas fisik terutama karena pertambahan usia. Fase kedua . Pada kondisi dengan kadar insulin yang tinggi, namun kadar gula darah masih dapat normal, dan kadar gula darah tersebut dapat terjaga normal dengan terus meningkatkan produksi insulin. Pada kondisi ini sel-sel pengguna insulin sudah tidak peka terhadap insulin, dan ini terus berlanjut sehingga kadar insulin terus meningkat. Namun pada orang dengan kelemahan pada pankreas, terdapat keterbatasan pankreas dalam memproduksi insulin dalam jumlah yang tinggi, hal ini biasanya sejalan dengan peningkatan usia seseorang. Pankreas terlambat bereaksi terhadap makan, tidak segera mengeluarkan insulin, sehingga kadar gula setelah makan meningkat. Keadaan ini disebut dengan Toleransi Glukosa Terganggu. Bila pankreas tak mampu memproduksi isulin untuk mengimbangi produksi gula oleh hati, maka kadar gula darah dalam kondisi puasa, atau pagi hari sebelum makan, akan tinggi dan disebut Glukosa Darah Puasa Terganggu. Kondisi Toleransi Glukosa Terganggu dan Glukosa Darah Puasa Terganggu merupakan Pre-diabetes, yang dalam 5 tahun lebih selanjutnya, sepertiganya akan berkembang menjadi diabetes. Fase ketiga . Kadar glukosa darah hampir selalu tinggi. Ketidakpekaan (resistensi) insulin semakin parah, atau kelemahan pankreas memproduksi insulin berlanjut, sehingga terjadi DM tipe 2. Kebanyakan orang telah masuk dalam kondisi DM 8-10 tahun sebelum terdiagnosis. Dalam kurun waktu tersebut mungkin sudah muncul keluhan-keluhan akibat gula darah yang terus meninggi, namun kurang disadari. Sehingga dalam kurun waktu tersebut sudah timbul komplikasi DM, kerusakan pada pembuluh darah di ginjal, mata, jantung, otak, saraf. Lebih dari 90% kasus DM adalah DM tipe 2. DM tipe lain, adalah DM yang berhubungan dengan kelainan bawaan (genetik) fungsi sel beta pankreas, kelainan kerja insulin, penyakit pankreas, kelainan hormonal, kelainan pankreas akibat obat, zat kimia, infeksi, atau imunologis. DM gestasional, merupakan kenaikan kadar glukosa darah yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat kehamilan. Kasus ini merupakan 2-5% dari seluruh kasus DM, disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal. Disadur dengan modifikasi dari
www.persadia.org
|
Copyright © 2008 by Suyanto www.dokteryanto.wordpress.com; www.konsultasi-internis.blogspot.com![]()